Pengangkatan batu empedu adalah perawatan yang ditujukan untuk batu empedu yang menimbulkan gejala. Pengangkatan batu empedu, atau cholelithiasis, dapat dilakukan dengan tindakan bedah atau metode non-bedah. Dalam sebagian besar kasus, kolesistektomi, atau pengangkatan kantong empedu, dilakukan untuk mengobati batu empedu yang berulang.
Apa itu Batu Empedu?
Kantong empedu adalah organ berbentuk wadah yang terletak di dekat hati dan lambung Anda, yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu. Empedu adalah jenis cairan pencernaan yang diproduksi oleh hati untuk mencerna lemak dalam makanan. Batu empedu dapat terbentuk di dalam kantong empedu dari endapan kristal kolesterol, bilirubin, dan cairan empedu. Batu empedu dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis utama, yaitu:
Batu empedu kolesterol – sebagian besar terdiri dari zat kolesterol (>70%) dan lebih sering terjadi.
Batu empedu pigmen – berwarna lebih gelap karena adanya zat bilirubin dengan kandungan kolesterol yang lebih rendah (<30%).
Jenis batu lain juga telah ditemukan, seperti batu kalsium karbonat, batu fosfat, dan batu campuran [1]. Batu empedu sering terjadi ketika cairan empedu tidak dapat melarutkan kelebihan material yang menyebabkan pembentukan kristal kecil di dalam kantong empedu. Kristal-kristal ini dapat menyatu dan menjadi besar. Perpindahan batu empedu yang berukuran lebih besar dapat menyebabkan penyumbatan saluran empedu. Penyumbatan ini dapat memicu nyeri, cholangitis, atau pankreatitis [2].
Dalam beberapa kasus, batu empedu mungkin tidak menimbulkan gejala atau nyeri dan dapat dibiarkan tanpa diobati. Kondisi ini biasanya disebut sebagai batu empedu "diam". Tanda-tanda umum dari batu empedu yang bergejala adalah:
Nyeri hebat dan mendadak di perut kanan atas
Nyeri hebat dan mendadak di perut bagian tengah, di bawah tulang dada
Nyeri di punggung atau tulang belikat
Nyeri di bahu kanan
Mual dan muntah
Demam dan menggigil
Penyakit kuning
Jika tidak diobati, batu empedu yang bergejala dapat menyebabkan komplikasi lain yang lebih serius, seperti kolesistitis (radang kantong empedu), pankreatitis (radang pankreas), infeksi, dan sepsis [2].
Apakah semua jenis Batu Empedu perlu diangkat?
Tidak, tidak semua jenis batu empedu perlu diangkat. Namun, batu empedu memerlukan pengobatan jika Anda mengalami beberapa hal berikut:
Nyeri (kolik bilier), terutama setelah makan
Gejala peradangan, seperti demam, mual, atau nyeri perut
Jika batu menyumbat saluran empedu, sehingga dapat menyebabkan penyakit kuning atau pankreatitis
Jika Anda mengalami serangan batu empedu berulang
Jika Anda mengalami hal tersebut, penting untuk segera menemui dokter, karena ini bisa menjadi tanda komplikasi batu empedu.
Batu empedu berasal dari kristal yang terbentuk dari cairan empedu, yang perlahan tumbuh semakin besar, dan berpotensi tersangkut di dalam saluran empedu.
Bagaimana proses pengangkatan Batu Empedu?
Meskipun penyakit kantong empedu yang tanpa gejala dapat dibiarkan, penyumbatan saluran empedu yang disebabkan oleh batu empedu memerlukan pengobatan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi serius.
Pengobatan Non-Bedah
Obat minum – Dokter mungkin meresepkan obat-obatan yang dapat melarutkan batu empedu. Jenis obat yang umum untuk pelarutan batu empedu meliputi ursodiol dan chenodiol. Jenis obat lain yang bisa diberikan, terutama untuk mengurangi pembentukan batu empedu, mungkin termasuk statin dan ezetimibe, yang merupakan obat untuk mengobati hiperkolesterolemia. Namun, pengobatan medis bukanlah perawatan lini pertama untuk batu empedu. Terapi medis biasanya diperuntukkan bagi mereka dengan risiko bedah yang tinggi.
Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) – ERCP melibatkan penggunaan endoskop, yang dimasukkan melalui saluran pencernaan bagian atas, dan sinar-X untuk mengamati batu empedu di dalam kantong empedu atau saluran empedu. Meskipun dokter biasanya menggunakan ERCP untuk mendiagnosis atau menemukan lokasi batu empedu, prosedur ini juga dapat dipakai untuk mengangkat batu empedu dan mengatasi penyumbatan pada saluran empedu.
Tindakan Operasi
Sfingterektomi – Untuk pengangkatan batu empedu, sfingterektomi biasanya dilakukan bersamaan dengan ERCP. Prosedur ini melibatkan pembuatan sayatan pada sfingter Oddi, yaitu otot sfingter pada pembukaan saluran empedu. Hal ini memungkinkan batu empedu untuk lewat dengan lebih mudah, meningkatkan pengosongan kantong empedu, dan mengurangi pembentukan batu empedu [3].
Kolesistektomi – prosedur pengangkatan kantong empedu dan merupakan pengobatan paling umum untuk batu empedu yang bergejala. Anda dapat hidup tanpa kantong empedu karena cairan empedu yang diproduksi oleh hati kemudian disalurkan langsung ke usus kecil, alih-alih disimpan lebih dulu. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami sindrom pasca-kolesistektomi setelah operasi, dengan beberapa gejala, seperti diare, nyeri perut, gangguan pencernaan, dan penyakit kuning. Gejala-gejala tersebut akan hilang pada 95% pasien setelah bulan pertama.
Prosedur bedah dapat berupa operasi terbuka atau laparoskopi. Kolesistektomi laparoskopi lebih disukai karena lebih bersifat minimal invasif dibandingkan operasi terbuka. Kolesistektomi juga mencegah kekambuhan batu empedu.
Apa saja risiko dari prosedur pengangkatan Batu Empedu?
Selalu ada risiko dalam prosedur bedah apa pun. Risiko atau komplikasi umum yang terkait dengan pengangkatan kandung empedu biasanya meliputi:
Perdarahan – Perdarahan adalah risiko umum prosedur bedah, karena pembuluh darah dapat terpengaruh selama prosedur.
Infeksi – Infeksi juga merupakan komplikasi umum lainnya dalam proses pembedahan, seringkali akibat perawatan luka operasi yang tidak tepat selama pemulihan.
Kerusakan pada organ di dekatnya – Risiko kerusakan lambung, usus, atau saluran empedu ada pada pengangkatan batu empedu melalui pembedahan, atau kolesistektomi. Cedera pada saluran empedu atau hati mungkin memerlukan penanganan bedah lanjutan untuk mengarahkan aliran empedu dari hati menuju ke usus kecil.
Jaringan parut – Operasi terbuka sering meninggalkan bekas luka sayatan yang besar. Prosedur minimal invasif dapat mengurangi risiko ini.
Kebocoran empedu – Kebocoran empedu dapat terjadi pada prosedur kolesistektomi, di mana cairan empedu bisa mengalir keluar ke perut, menyebabkan nyeri, demam, dan pembengkakan di sekitar perut.
Apa yang dapat saya harapkan selama pengangkatan Batu Empedu?
Sebelum pengangkatan batu empedu, Anda perlu didiagnosis memiliki batu empedu. Proses pengangkatan batu empedu biasanya meliputi:
Konsultasi
Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis batu empedu atau penyakit kantong empedu sebelum merekomendasikan Anda untuk menjalani prosedur pengangkatan batu empedu.
Pemindaian USG – Dokter akan melakukan USG perut untuk mencari batu empedu. Prosedur USG relatif terjangkau dan mudah diakses, sehingga umum dipakai dalam diagnosis batu empedu.
Tes pencitraan lain – Dokter Anda mungkin juga melakukan jenis tes pencitraan lain jika informasi lebih lanjut tidak dapat diperoleh dari USG, tes ini mungkin mencakup computed tomography (CT scan), magnetic resonance imaging (MRI scan), atau ERCP.
Tes darah – Dokter juga bisa meminta Anda menjalani beberapa tes darah untuk mencari tanda-tanda infeksi atau pankreatitis yang mungkin disebabkan oleh penyumbatan pada saluran empedu.
Pengangkatan Batu Empedu
Setelah dokter menegakkan diagnosis, dokter akan merekomendasikan pengangkatan batu empedu yang paling sesuai untuk Anda. Sebelum Anda menjalani prosedur, dokter akan membahas jenis prosedur beserta rinciannya, serta kemungkinan risiko dan perkiraan pemulihan.
Persiapan – Sebelum operasi, dokter akan meminta Anda untuk berhenti minum jenis obat tertentu, atau berpuasa satu malam sebelumnya. Istirahatlah yang cukup sebelum hari operasi.
Prosedur pengangkatan – prosedur pengangkatan batu empedu biasanya dilakukan dengan anestesi umum (bius total), di mana Anda akan berada dalam keadaan tidak sadar atau tidur. Dokter kemudian akan melakukan pengobatan yang diindikasikan, seperti kolesistektomi laparoskopi atau operasi terbuka.
Pemulihan
Sebagian besar pasien yang menjalani kolesistektomi laparoskopi bisa pulang setelah operasi, atau memerlukan rawat inap selama satu hari di rumah sakit. Di sisi lain, kolesistektomi terbuka lebih rumit, karenanya pasien mungkin perlu dirawat lebih lama. Biasanya hingga satu minggu. Setelah pulang, tim perawat akan memberikan instruksi perawatan pasca operasi kepada Anda.
Perawatan luka – Anda harus menjaga luka sayatan tetap bersih dan kering, serta mengganti perban jika basah. Hal ini penting untuk mencegah risiko infeksi pada luka sayatan.
Manajemen nyeri – Dokter akan meresepkan obat pereda nyeri untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang terkait dengan operasi. Penting untuk mengikuti dosis yang direkomendasikan dokter guna mencegah efek samping obat pereda nyeri Anda.
Penyesuaian pola makan – Selama masa pemulihan, dokter akan merekomendasikan beberapa perubahan pola makan, seperti mengurangi makanan berlemak atau berminyak, karena dapat meningkatkan produksi cairan empedu.
Tindak lanjut – Dokter akan meminta Anda untuk menghadiri kontrol tindak lanjut pada 2-3 minggu setelah operasi untuk memastikan bahwa Anda pulih dengan baik, atau untuk menilai risiko dan komplikasi pasca tindakan.
Masa pemulihan dari pengangkatan batu empedu mungkin berbeda untuk setiap orang. Penting untuk mencatat setiap perubahan abnormal, seperti tanda-tanda infeksi, dan segera mencari perhatian medis. Sebagian besar pasien akan pulih sepenuhnya pasca operasi dalam waktu satu bulan.
Kesimpulan
Prosedur pengangkatan batu empedu sebagian besar ditujukan untuk batu empedu yang menimbulkan gejala, serta yang menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Jika Anda didiagnosis menderita batu empedu diam atau tanpa gejala, Anda memiliki pilihan untuk membiarkannya tanpa diobati atau mencegah pertumbuhannya. Penyumbatan saluran empedu yang disebabkan oleh batu empedu dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati.
Jika Anda mengalami nyeri secara terus-menerus dan progresif yang disebabkan oleh batu empedu, sangat disarankan untuk segera mencari perhatian medis. Buat janji konsultasi dengan kami untuk mendapatkan diagnosis terperinci dan rencana perawatan yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan Anda.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Block Title
Apakah batu empedu bisa diangkat tanpa operasi?
Pengobatan non-bedah untuk batu empedu sebenarnya juga tersedia, seperti penggunaan obat untuk melarutkan batu empedu. Namun, batu yang ukurannya lebih besar mungkin perlu diangkat melalui pembedahan, terutama jika menyebabkan nyeri hebat, atau menyumbat saluran empedu.
Apakah batu empedu bisa hilang dengan sendirinya?
Batu empedu biasanya tidak akan hilang dengan sendirinya. Anda dapat minum obat untuk melarutkannya, tetapi menghilangkan batu sepenuhnya tidak mungkin terjadi. Selain itu, lebih banyak batu empedu juga yang dapat tumbuh.
Apakah batu empedu bisa kembali setelah pengangkatan kantong empedu?
Biasanya, batu empedu tidak kembali setelah Anda menjalani prosedur kolesistektomi. Namun, dalam kasus langka, empedu yang mengkristal juga dapat terbentuk di dalam saluran empedu. Kondisi ini dikenal sebagai koledokolitiasis.
Referensi
Qiao T, Ma RH, Luo XB, Yang LQ, Luo ZL, Zheng PM. The systematic classification of gallbladder stones. PLoS One. 2013 Oct 4;8(10):e74887. doi: 10.1371/journal.pone.0074887. PMID: 24124459; PMCID: PMC3790764.
Jones MW, Weir CB, Ghassemzadeh S. Gallstones (Cholelithiasis) [Updated 2024 Aug 17]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459370/
Zhang C, Yang YL, Ma YF, Zhang HW, Shi LJ, Li JY, Lin MJ, Qi CC. Endoscopic Sphincterotomy for Gallbladder Muddy Stones or Sludge in Patients With Papillary Disease: A Retrospective Study. Surg Laparosc Endosc Percutan Tech. 2018 Feb;28(1):30-35. doi: 10.1097/SLE.0000000000000382. PMID: 28277438.
Zha Y, Zhou ZZ, Chen XR, Gan P, Tan J. Gallbladder-preserving cholelithotomy in laparoscopic and flexible choledochoscopic era: a report of 316 cases. Surg Laparosc Endosc Percutan Tech. 2013 Apr;23(2):167-70. doi: 10.1097/SLE.0b013e31828a0b5f. PMID: 23579512.
MBBS (Singapore), MRCS (Edinburgh), FRCS (Edinburgh), Master of Medicine (Surgery)
Perawatan Komprehensif terhadap Kolorektal, dari Pemeriksaan hingga Operasi.
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Aaron Poh.
Dr. Aaron Poh adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Kolorektal dan Bedah Umum dengan pengalaman yang luas dalam bidang operasi minimal invasif (operasi lubang kunci). Beliau melakukan berbagai macam prosedur bedah, termasuk gastroskopi, kolonoskopi, dan perawatan endoskopi canggih, seperti pengangkatan polip kompleks dengan EMR dan pemasangan stent usus besar. Keahlian beliau dalam bidang pembedahan mencakup operasi kanker kolorektal, perbaikan hernia, pengangkatan kantung empedu, serta perawatan yang telah terbukti untuk menangani wasir dan kondisi anus lainnya.