Logo

Kanker Usus Besar

Apa itu Kanker Usus Besar?

Kanker usus besar, yang juga dikenal sebagai kanker kolon atau kanker kolorektal di Singapura, berkembang di kolon atau rektum, yang merupakan bagian dari usus besar. Penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi di Singapura. Biasanya, kanker ini bermula sebagai pertumbuhan sel jinak bernama polip, yang terbentuk pada lapisan dalam kolon atau rektum. Seiring waktu, polip tersebut dapat tumbuh secara tidak terkendali dan berkembang menjadi kanker, jika tidak ditangani.

Apa saja gejala umum dari Kanker Usus besar di Singapura?

Terdapat berbagai macam gejala yang berhubungan dengan kanker usus besar di Singapura. Namun, pada stadium awal, gejala-gejala tersebut mungkin tidak disadari. Gejala kanker usus besar yang paling umum meliputi:

  • Perubahan kebiasaan buang air besar: Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare atau sembelit secara terus-menerus, dapat menjadi salah satu gejala kanker usus besar. Tinja yang mengecil hingga setipis pensil dan perasaan tidak dapat mengosongkan isi usus sepenuhnya juga bisa menjadi gejalanya.
  • Darah pada tinja: Salah satu tanda kanker usus besar yang paling umum adalah adanya darah pada tinja, yang mungkin berwarna merah terang atau sangat gelap dan kental seperti aspal. Darah mungkin terlihat di dalam kloset atau tisu toilet.
  • Ketidaknyamanan perut: Sering merasa nyeri, kram, kembung, tekanan, begah, atau rasa tidak nyaman pada perut, dapat menjadi indikator kanker usus besar.
  • Penurunan berat badan: Berat badan yang turun secara drastis dan terjadi tanpa adanya perubahan pola makan atau aktivitas fisik, sering kali merupakan gejala kanker usus besar.
  • Kelelahan: Rasa lelah atau lemas mungkin berhubungan dengan kanker usus besar, terutama pada stadium lanjut.

Kanker usus besar mungkin sulit didiagnosis karena gejala-gejala di atas juga berhubungan dengan kondisi lain, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), wasir (ambeien), atau infeksi.

Jika Anda mengalami salah satu gejala yang disebutkan di atas, buatlah janji temu dengan Alpine Surgical Practice sekarang juga.

Apa saja penyebab Kanker Usus Besar?

Kanker usus besar, seperti jenis kanker lainnya, sering kali berkembang sebagai akibat dari faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Hal ini membuat jumlah sel diproduksi secara berlebihan dan berlipat ganda secara tidak terkendali.

Ketika sel-sel di dalam usus besar tumbuh dan membelah secara tidak terkendali, polip akan berkembang, yang pada akhirnya bisa menjadi kanker jika tidak diangkat. Namun, meskipun para peneliti mengetahui bahwa kanker disebabkan oleh sel yang tumbuh dan membelah secara tidak terkendali, alasan pasti mengapa hal ini terjadi tidak selalu jelas.

Kanker usus besar disebabkan oleh pertumbuhan dan pembelahan sel-sel usus besar yang tidak terkendali.

Apakah Kanker Usus Besar menyakitkan?

Kanker usus besar biasanya tidak menyebabkan rasa nyeri atau menampakkan gejala pada stadium awal. Inilah mengapa skrining rutin untuk kanker usus besar, seperti kolonoskopi, sangat penting untuk deteksi dini dan pencegahan. Namun, seiring berkembangnya kanker usus besar atau jika telah mencapai stadium lanjut, hal ini dapat menimbulkan gejala yang mungkin mencakup nyeri perut atau rasa tidak nyaman pada perut.

Siapa saja yang berisiko mengalami Kanker Usus Besar?

Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker usus besar, dan beberapa individu mungkin memiliki lebih dari satu faktor risiko sekaligus. Berikut adalah beberapa faktor risiko umum yang dapat berlaku bagi individu di Singapura:

  • Usia: Kanker usus besar lebih umum terjadi pada orang dewasa, dengan risiko yang meningkat secara signifikan setelah usia 50 tahun. Namun, penyakit ini juga dapat berkembang pada usia berapa pun. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan kasus kanker usus besar pada orang dewasa muda.
  • Riwayat keluarga: Mereka yang mempunyai keluarga dengan riwayat polip atau kanker usus besar, memiliki risiko yang lebih tinggi.
  • Polip: Penderita polip kolorektal dan tidak menjalani pengangkatan polip atau tidak mendapatkan pengobatan, berpotensi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar.
  • Penyakit peradangan usus (IBD): Individu dengan kondisi pencernaan, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, juga lebih berisiko mengalami kanker usus besar.
  • Gaya hidup dan pola makan: Gaya hidup minim aktivitas fisik, kebiasaan merokok, sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan, serta pola makan rendah serat dan tinggi daging olahan, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memicu terjadinya kanker usus besar.
  • Kondisi medis: Individu dengan kondisi seperti diabetes tipe 2 mungkin memiliki peningkatan risiko kanker usus besar.
  • Kurangnya pemeriksaan: Tidak melakukan skrining kanker usus besar, terutama jika terdapat polip, dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit dan komplikasi lainnya.
Skrining awal sedini mungkin sangat penting untuk mencegah polip berkembang menjadi kanker usus besar.

Bagaimana diagnosis terhadap Kanker Usus Besar di Singapura?

Diagnosis kanker usus besar akan melibatkan hal-hal berikut:

  • Riwayat medis: Pertama-tama, dokter spesialis kolorektal Anda akan mengevaluasi riwayat medis Anda secara mendetail, termasuk gejala apa pun yang mungkin Anda alami serta riwayat medis pribadi dan keluarga.
  • Pemeriksaan fisik: Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk memeriksa area yang terasa nyeri atau lunak.
  • Tes darah: Tes darah dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan dan komplikasi yang mungkin terkait dengan kanker usus besar.
  • Tes pencitraan: Computed tomography scan (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI) dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran detail dari usus besar dan area sekitarnya guna menilai sejauh mana penyakit tersebut telah menyebar.
  • Kolonoskopi: Salah satu metode yang paling umum digunakan untuk mendiagnosis kanker usus besar. Kolonoskopi melibatkan penggunaan selang tipis dan fleksibel berkamera (kolonoskop) yang dimasukkan ke dalam rektum dan melewati seluruh usus besar. Hal ini memungkinkan visualisasi lapisan usus besar serta deteksi polip atau pertumbuhan jaringan. Sampel jaringan juga dapat diambil untuk prosedur biopsi.

Sangat penting untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada kanker usus besar atau jika Anda memiliki faktor risiko yang membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit tersebut. Diagnosis dan pengobatan dini sangat vital untuk meningkatkan keberhasilan pemulihan kanker usus besar. Skrining rutin sangat krusial dalam deteksi dini dan pencegahan, terutama bagi individu yang berisiko tinggi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk Kanker Usus Besar di Singapura?

Pengobatan kanker usus besar bergantung pada kondisi setiap individu, tingkat keparahan, dan stadium penyakitnya. Secara umum, berikut adalah pilihan pengobatannya:

  • Operasi: Pengangkatan tumor dan jaringan di sekitarnya melalui pembedahan adalah pengobatan yang umum untuk kanker usus besar, meskipun hal ini bergantung pada ukuran dan lokasi tumor.
  • Kemoterapi: Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membasmi sel kanker atau mencegahnya tumbuh. Metode ini sering dipakai pasca operasi untuk menghancurkan sisa-sel kanker yang tersisa atau untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi.
  • Terapi Radiasi: Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menargetkan dan menghancurkan sel kanker. Terapi ini terkadang digunakan untuk mengecilkan ukuran tumor.
  • Perawatan Paliatif: Untuk kanker usus besar stadium lanjut yang tidak dapat disembuhkan, perawatan paliatif akan digunakan untuk meredakan gejala, mengelola rasa sakit, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
  • Uji Klinis: Partisipasi dalam uji coba klinis dapat menjadi pilihan bagi beberapa individu penderita kanker usus besar.
Pola makan tinggi serat dan rendah lemak jenuh dapat secara signifikan membantu mencegah kanker usus besar.

The Battle Against Colorectal Cancer in Singapore

Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Kanker Usus Besar

Kapan saya harus mulai menjalani skrining kanker usus besar?

Di Singapura, skrining kanker usus besar umumnya direkomendasikan mulai usia 50 tahun bagi individu dengan risiko rata-rata. Namun, skrining ini mungkin perlu dimulai lebih awal, biasanya dari usia 40 tahun atau 10 tahun sebelum usia diagnosis dari kerabat tingkat pertama (orang tua atau saudara kandung) yang terkena kanker usus besar, bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker ini, riwayat pribadi dengan polip, atau kondisi penyerta, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.

Apakah kanker usus besar bisa disembuhkan?

Tergantung pada beberapa faktor, seperti stadium kanker saat diagnosis. Kanker usus besar adalah penyakit yang sangat umum. Jika terdeteksi lebih dini, kanker usus besar sangat mungkin untuk diobati, dan banyak individu yang dapat disembuhkan.

Bagaimana prognosis untuk kanker usus besar?

Prognosis dapat bervariasi tergantung pada stadium saat kanker diagnosis dan efektivitas pengobatan. Deteksi dan pengobatan dini sering kali memberikan hasil yang lebih baik.

Whatsapp Pertanyaan
Apa yang bisa kami bantu?

Kami menawarkan rangkaian konsultasi komprehensif untuk semua masalah Bedah Umum dan Perut.

Beri tahu kami bagaimana kami dapat membantu Anda.
Hubungi Kami

Dr Aaron Poh

MBBS (Singapore), MRCS (Edinburgh), FRCS (Edinburgh), Master of Medicine (Surgery)

Perawatan Komprehensif terhadap Kolorektal, dari Pemeriksaan hingga Operasi.

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh Dr. Aaron Poh.
Dr. Aaron Poh adalah seorang Dokter Spesialis Bedah Kolorektal dan Bedah Umum dengan pengalaman yang luas dalam bidang operasi minimal invasif (operasi lubang kunci). Beliau melakukan berbagai macam prosedur bedah, termasuk gastroskopi, kolonoskopi, dan perawatan endoskopi canggih, seperti pengangkatan polip kompleks dengan EMR dan pemasangan stent usus besar. Keahlian beliau dalam bidang pembedahan mencakup operasi kanker kolorektal, perbaikan hernia, pengangkatan kantung empedu, serta perawatan yang telah terbukti untuk menangani wasir dan kondisi anus lainnya.

Dr Aaron Poh

MBBS (Singapore), MRCS (Edinburgh), FRCS (Edinburgh), Master of Medicine (Surgery)
319 Joo Chiat Place #04-07
Singapore 427989
get directions
Senin–Jumat: 9:00AM – 5:00PM
Sabtu: 9:00AM - 12:30PM
Minggu & Libur Bersama: TERTUTUP

Hak Cipta © Praktek Bedah Alpine | Ketentuan & Kondisi

cross