
Abses bisa terbentuk ketika terdapat infeksi yang menyebabkan penumpukan nanah di dalam ruang terbatas di dalam jaringan, dan seiring membesarnya ukuran abses, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan. Karena infeksi terisolasi dari sistem pertahanan normal tubuh, antibiotik saja sering kali tidak cukup, dan diperlukan drainase abses.
Dalam praktik bedah kolorektal, drainase abses umumnya dilakukan untuk infeksi yang memengaruhi area sekitar anus dan rektum, meskipun abses juga dapat terjadi di bagian tubuh yang lain.

Drainase abses bekerja dengan cara membuka rongga yang terinfeksi dan mengeluarkan nanah yang menumpuk. Setelah nanah dikeluarkan, beberapa perubahan penting terjadi yang memungkinkan area tersebut untuk sembuh:
Tidak setiap infeksi memerlukan drainase. Prosedur ini mungkin direkomendasikan dalam beberapa situasi seperti:

Perawatan ini mungkin direkomendasikan untuk beberapa jenis infeksi, termasuk:
Beberapa potensi manfaat dari prosedur ini meliputi:

Drainase abses adalah prosedur yang umum dilakukan dan termasuk tindakan yang aman. Namun, seperti halnya pengobatan medis apa pun, risiko tertentu dapat terjadi, yang dapat meliputi:
Apa yang perlu diantisipasi dari prosedur Drainase Abses?
Perawatan ini umumnya sederhana dan biasanya melibatkan langkah-langkah berikut:
Dr. Aaron Poh akan lebih dulu memeriksa area yang terkena dan memastikan adanya abses. Dalam beberapa kasus, tes pencitraan seperti USG atau CT scan dapat digunakan untuk menilai infeksi yang lebih dalam.
Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius total (anestesi umum). Drainase dengan bius lokal (anestesi lokal) dapat dilakukan pada kasus tertentu. Anestesi lokal akan membuat area tersebut mati rasa, sehingga memastikan prosedur dapat dilakukan dengan ketidaknyamanan minimal.
Setelah area tersebut mati rasa, sayatan kecil akan dibuat di area abses untuk memungkinkan keluarnya nanah. Rongga yang terinfeksi kemudian dapat dibersihkan secara perlahan dengan cairan steril untuk menghilangkan sisa kotoran atau bakteri.
Tergantung pada ukuran abses, rongga tersebut dapat dibiarkan terbuka atau perban kecil dapat ditempatkan di dalam untuk memungkinkan drainase terus berlanjut sementara proses penyembuhan berlangsung.
Prosedur itu sendiri biasanya singkat, meskipun abses yang lebih kompleks mungkin memerlukan perawatan di ruang operasi.
Setelah drainase, pasien mungkin akan merasakan sedikit rasa nyeri atau keluarnya cairan dari luka selama beberapa hari. Perban perlu diganti secara berkala saat rongga tersebut berangsur pulih.
Sebagian besar orang merasakan peredaan tekanan dan nyeri secara signifikan setelah abses dikuras (drainase). Dokter kami juga mungkin merekomendasikan perawatan lanjutan untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh dan proses pemulihan berjalan seperti yang diharapkan.
Meskipun memecahkan atau memencet abses mungkin terlihat seperti cara penyembuhan yang lebih cepat, hal ini sebaiknya tidak dicoba tanpa pengawasan medis, dan tindakan tersebut justru dapat memicu komplikasi serius. Anda tidak boleh memecahkan abses sendiri karena:
Mengunjungi dokter untuk melakukan drainase abses dapat memastikan prosedur dilakukan di lingkungan yang steril, sehingga mengurangi risiko masuknya infeksi lebih lanjut. Hal ini juga berarti bahwa drainase dilakukan oleh seseorang dengan pemahaman menyeluruh tentang struktur jaringan dan anatomi anus dan rektum. Dokter dapat mengakses dan membersihkan area yang terkena secara tuntas dengan aman sekaligus menghindari kerusakan pada otot dan saraf di sekitarnya.

Sebagian besar pasien akan merasakan peredaan nyeri dan pembengkakan yang signifikan setelah abses dikuras. Penyembuhan biasanya terjadi selama beberapa hari hingga beberapa minggu berikutnya seiring tubuh secara bertahap menutup rongga tersebut.
Perawatan pasca tindakan dapat meliputi:
Dalam beberapa kasus, pengobatan tambahan mungkin direkomendasikan jika ada perkembangan kondisi yang mendasari, seperti fistula ani.
Meskipun banyak abses yang dapat diobati melalui konsultasi yang sudah terjadwal, beberapa kasus memerlukan drainase darurat. Tanda-tanda bahwa infeksi mungkin menyebar di luar abses itu sendiri meliputi:
Ini bisa menjadi tanda bahwa infeksi telah masuk ke dalam aliran darah atau jaringan di sekitarnya, yang dapat dengan cepat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak segera diobati. Dalam kasus seperti itu, mencari pertolongan medis secepat mungkin daripada menunggu jadwal kunjungan rutin memungkinkan abses dapat segera ditangani, sehingga mengurangi risiko komplikasi, seperti sepsis atau infeksi yang merambat lebih jauh ke dalam jaringan.
Jika Anda mengalami salah satu gejala ini, jangan tunggu lebih lama. Hubungi kami untuk membuat janji temu darurat agar abses dapat diperiksa dan dikuras sesegera mungkin.
Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius total (anestesi umum), dan anestesi lokal yang dilakukan pada kasus tertentu. Untuk kasus dengan anestesi lokal, pasien mungkin merasakan sedikit tekanan selama prosedur, tetapi nyeri hebat jarang terjadi.
Peredaan nyeri di tahap awal sering kali terjadi segera setelah drainase. Penyembuhan total dapat memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada ukuran dan lokasi abses.
Ya, kekambuhan mungkin terjadi jika infeksi yang mendasarinya berlanjut atau jika kondisi terkait, seperti fistula ani, berkembang.
Abses kecil terkadang dapat pecah dan mengalir keluar sendiri. Namun, evaluasi medis sangat dianjurkan karena infeksi yang tidak diobati dapat memburuk atau kambuh.
Antibiotik dapat membantu mengendalikan infeksi, tetapi sering kali tidak dapat menembus rongga yang berisi nanah secara efektif. Meskipun demikian, mencoba memakai obat antibiotik masih wajar dilakukan pada kasus tertentu. Drainase biasanya diperlukan untuk mengangkat infeksi yang terjebak.
Tanda-tanda umumnya meliputi benjolan yang terasa nyeri dan bengkak, kemerahan pada kulit, rasa hangat di area yang terdampak, dan terkadang disertai demam atau rasa tidak enak badan secara umum.
Evaluasi cepat dianjurkan begitu gejala muncul. Drainase dini membantu meredakan nyeri dan mengurangi risiko penyebaran infeksi.
Ya, beberapa abses dapat pecah dan mengalir dengan sendirinya. Namun, infeksi mungkin tidak sepenuhnya bersih dan rongganya dapat terisi kembali oleh nanah. Evaluasi medis dianjurkan untuk memastikan infeksi diobati dengan benar.
Jika dibiarkan tanpa pengobatan, abses dapat terus membesar dan menyebabkan peningkatan nyeri serta peradangan. Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya atau menyebabkan komplikasi, seperti terbentuknya fistula, terutama pada abses perianal.
Keputusan untuk menguras abses tidak hanya bergantung pada ukurannya. Beberapa faktor, seperti rasa nyeri, pembengkakan, tanda-tanda infeksi, dan lokasi abses, juga turut dipertimbangkan. Banyak jenis abses yang bergejala akan memberikan hasil yang baik melalui drainase meskipun ukurannya relatif kecil.
Dalam banyak kasus, pasien diperbolehkan mandi setelah prosedur, meskipun instruksi spesifik dapat bervariasi tergantung pada lokasi abses dan jenis perban yang dipakai. Pembersihan area secara lembut dan perawatan luka yang tepat membantu mendukung proses penyembuhan.
Bekas luka kecil mungkin akan tertinggal setelah sembuh, terutama jika ukuran absesnya besar. Namun, sayatan yang digunakan untuk drainase biasanya kecil dan dirancang untuk memungkinkan penyembuhan yang baik sekaligus meminimalisir bekas luka.



Hak Cipta © Alpine Surgical Practice | Syarat & Ketentuan