
Seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19, Direktur Layanan Medis (Director of Medical Services/DMS) Singapura membuat pengumuman mengenai restrukturisasi rumah sakit untuk penguatan protokol di masa mendatang. Semua rumah sakit pemerintah di Singapura diinstruksikan untuk menunda operasi dan janji temu non-darurat di poli rawat jalan spesialis hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini menyebabkan penumpukan dan penundaan janji temu. Jika Anda pernah mengalaminya, Anda tidak sendirian.
Kasus harian melonjak secara eksponensial dan hal ini memberikan tekanan pada sistem layanan kesehatan. Simak penjelasan dari Dr. Aaron Poh, seorang Dokter Bedah Umum dengan dua sub spesialisasi di bidang Bedah Kolorektal dan Bedah Trauma, yang memberikan wawasan tentang bagaimana hal ini dapat berdampak buruk bagi kita serta langkah-langkah penting yang harus diambil di tengah pandemi ini.

Penundaan kasus dan janji temu non-darurat di klinik rawat jalan spesialis itu berarti waktu tunggu janji temu di rumah sakit pemerintah menjadi lebih lama.
"Hal penting yang perlu dicatat adalah ini berarti kondisi yang membutuhkan tindakan bedah yang awalnya mungkin tidak terlalu mendesak, kini menjadi jauh lebih mendesak mengingat banyak pasien telah menunda pengobatan selama 6 bulan atau lebih. Contohnya meliputi operasi batu empedu, operasi hernia, dan operasi pembuatan fistula dialisis," jelas Dr. Aaron Poh.
Waktu tunggu untuk skrining di rumah sakit pemerintah Singapura, seperti endoskopi, juga menjadi sangat lama. Endoskopi membantu mendeteksi penyakit dan kondisi pada sistem pencernaan, seperti anemia, perdarahan, peradangan, atau kanker. Karena lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan jadwal endoskopi, ada sejumlah besar pasien yang mungkin mengidap kanker yang belum terdiagnosis.
Faktanya, Dr. Poh baru saja mendiagnosis kanker kolorektal pada seorang pasien bergejala yang sebelumnya hanya mendapatkan jadwal endoskopi pada bulan Desember di rumah sakit yang menjalankan restrukturisasi. Penundaan selama 3–4 bulan untuk kasus kanker bukanlah situasi yang ideal, dan prognosis bagi pasien ini mungkin akan berbeda jika mereka menunggu hingga jadwal aslinya.
Penyakit kronis, seperti diabetes dan gangguan ginjal, juga mungkin telah memburuk karena ketakutan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, sehingga kurang memiliki motivasi untuk memantau kesehatan mereka.
Dengan meningkatnya kasus, banyak pasien, terutama lansia, yang menunda pemeriksaan lanjutan karena takut ke rumah sakit. Dapat dimaklumi jika berada di lingkungan klinis menimbulkan kekhawatiran akan tertular penyakit, terutama pada masa pademi seperti ini. Anda mungkin bertanya pada diri sendiri, "mengapa mengambil risiko untuk benar-benar sakit ketika gejala saya masih ringan?". Namun, pola pikir ini justru dapat mendatangkan lebih banyak kerugian daripada manfaat karena meskipun gejala Anda saat ini ringan, kondisinya dapat memburuk dengan cepat.

Bekerja dari rumah juga menimbulkan masalah non-kanker, seperti gastritis, asam lambung, sindrom iritasi usus (IBS), dan nyeri punggung kronis. Kondisi semacam itu akan menjadi prioritas yang sangat rendah untuk mendapatkan slot janji temu selama 6 bulan ke depan atau lebih di rumah sakit pemerintah di Singapura.
"Tidak tertular Covid" bukanlah satu-satunya hal yang harus kita khawatirkan selama masa pandemi, dan sangat penting bagi kita untuk mengelola aspek-aspek kesehatan lainnya, menjadikan istilah "perawatan mandiri" jauh lebih penting dari sebelumnya.
Ingatlah untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, rutin berolahraga, dan cukupi waktu tidur setidaknya 8 jam.
Jika Anda memiliki jadwal janji temu lanjutan dengan dokter, datanglah. Ada konsekuensi mengkhawatirkan bagi orang-orang yang menunda pemeriksaan rutin mereka selama pandemi COVID-19, dan penting untuk tidak melewatkan pemeriksaan ini meskipun Anda merasa cemas untuk pergi ke klinik.
Pandemi telah berdampak pada kapasitas layanan kesehatan negara dan menyebabkan waktu tunggu yang lama, yaitu sekitar 6 bulan atau lebih. Jika Anda menderita gejala serius atau menduga suatu kondisi medis, Anda mungkin dapat mempertimbangkan layanan kesehatan swasta alih-alih rumah sakit pemerintah di Singapura. Untuk banyak kondisi, diagnosis dan pengobatan dini bisa menjadi penentu antara hidup dan mati. Hanya karena masalah yang Anda miliki saat ini tidak begitu serius, bukan berarti kondisi tersebut tidak akan menjadi serius di kemudian hari.
Kami menawarkan rangkaian konsultasi lengkap untuk semua masalah Bedah Umum dan Abdominal (perut).
Beri tahu kami bagaimana kami dapat membantu Anda.



Hak Cipta © Alpine Surgical Practice | Syarat & Ketentuan